Assalamu’alaikum mas..
Apa kabar kamu sekarang ? Semoga Allah selalu memberikan nikmat sehat
untukmu mas. Gimana urusan daftar kuliahmu ? sudah beres kan ? wah kita akan
terpisah propinsi.
Berbulan-bulan kita bersama dalam ikatan lebih dari sekedar teman.
Berbulan-bulan kamu membuat aku nyaman bersamamu. Berbulan-bulan kamu membuat
hari-hariku berwarna. Tapi berbulan-bulan itu tak ada artinya lagi saat ini.
Kamu telah tega melakukan sesuatu yang sangat menggores hati ini.
Setiap kali aku ingat ini, entah mengapa rasanya seperti luka yang terkena air.
Perih. Iya itu yang kurasa. Setiap kali aku berusaha untuk melupakan itu dan
disaat itu pula perih itu muncul.
Sebenernya rasa sakit ini tak sebanding dengan kekecewaanku. Kecewa
saat kau tak bisa memjaga kepercayaanku. Kamu selalu marah saat aku
dekat atau smsan dengan cowok lain, tapi kamu melakukan lebih dari itu. Apa
yang selalu kamu takutin itu ternyata yang kamu lakukan dibelakangku.
Ah, sering kali kita membahas masalah ini mas. Meski kamu telah
mejelaskan semua, rasanya kurang untuk membuat aku yakin dan percaya sama kamu
lagi. Kepercayaan yang telah aku berikan kepadamu, kamu sia-siakan begitu saja
tanpa pernah memikir perasaan dan keberadaanku.
Bodoh. Ya aku begitu bodoh sampai saat ini masih berdiri disini dan
masih memberi harapan kepadamu. Banyak temanku bilang kalau aku bodoh karna
masih bertahan denganmu yang telah menyakiti aku. Tapi semua itu tak aku
hiraukan karna aku masih belum bisa untuk berpaling darimu. Rasa yang begitu
besar untukmu, mengalahkan rasa perih ini.
Kamu gak pernah mikir betapa sabarnya aku menghadapi ini semua. Tapi,
kamu masih saja menuntut ini itu kepadaku. Apa aku pernah ngebantah saat kamu
ingin aku berubah seperti apa ? aku pasti akan berusaha untuk itu karna aku
sadar itu untuk kebaikan kita. Tapi kenapa kamu selalu ngerasa kurang ? aku
bukanlah orang yang sempurna untuk menjadi apa yang kamu inginkan. Aku adalah
aku. Dan aku nyaman jadi diri aku.
Apa kamu pernah nannya mau aku apa ? Apa kamu mau tau mau aku apa ? Aku
cuma ingin bebas tanpa ada tututan kamu. Kalau ada saatnya untuk aku menjadi
apa yang kamu mau, pasti disaat itu aku sudah jadi pa yang kamu mau. Sabarlah.
Semua itu butuh proses.
Setelah kejadian perih itu kamu masih saja minta kesempatan yang sebenernya
kesempatan itu kamu sia-siain begitu saja. Aku gak menutup kesempatan itu
datang lagi untuk kamu, tapi janganlah kamu anggap remeh rasa perih ini, rasa
yang membuat diri ini tersiksa.
Semoga saat kamu membaca ini kamu mengerti apa yang aku rasakan. Cinta
bukanlah kenyamanan untuk salah seorang dari pasangan itu tapi cinta harus
membuat nyaman kedua-duanya bukan tiga atau empat bahkan lebih.
Oh iya, semangat ya buat menempuh belajar di propinsi lain. Sukses
untuk menggapai masa depan yang indah dan jangan lupa untuk menggapai semua
impianmu. Aku disini masih setia mendoakan kebahagiaan kamu.
Wassalamu’alaikum mas..
Dari aku yang pernah menjadi sesuatu dikehidupanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar