Rabu, 06 Agustus 2014

Surat Untukmu, Mas


Assalamu’alaikum mas..
Apa kabar kamu sekarang ? Semoga Allah selalu memberikan nikmat sehat untukmu mas. Gimana urusan daftar kuliahmu ? sudah beres kan ? wah kita akan terpisah propinsi.

Berbulan-bulan kita bersama dalam ikatan lebih dari sekedar teman. Berbulan-bulan kamu membuat aku nyaman bersamamu. Berbulan-bulan kamu membuat hari-hariku berwarna. Tapi berbulan-bulan itu tak ada artinya lagi saat ini.

Kamu telah tega melakukan sesuatu yang sangat menggores hati ini. Setiap kali aku ingat ini, entah mengapa rasanya seperti luka yang terkena air. Perih. Iya itu yang kurasa. Setiap kali aku berusaha untuk melupakan itu dan disaat itu pula perih itu muncul.

Sebenernya rasa sakit ini tak sebanding dengan kekecewaanku. Kecewa saat kau tak bisa memjaga kepercayaanku. Kamu selalu marah saat aku dekat atau smsan dengan cowok lain, tapi kamu melakukan lebih dari itu. Apa yang selalu kamu takutin itu ternyata yang kamu lakukan dibelakangku.

Ah, sering kali kita membahas masalah ini mas. Meski kamu telah mejelaskan semua, rasanya kurang untuk membuat aku yakin dan percaya sama kamu lagi. Kepercayaan yang telah aku berikan kepadamu, kamu sia-siakan begitu saja tanpa pernah memikir perasaan dan keberadaanku.

Bodoh. Ya aku begitu bodoh sampai saat ini masih berdiri disini dan masih memberi harapan kepadamu. Banyak temanku bilang kalau aku bodoh karna masih bertahan denganmu yang telah menyakiti aku. Tapi semua itu tak aku hiraukan karna aku masih belum bisa untuk berpaling darimu. Rasa yang begitu besar untukmu, mengalahkan rasa perih ini.

Kamu gak pernah mikir betapa sabarnya aku menghadapi ini semua. Tapi, kamu masih saja menuntut ini itu kepadaku. Apa aku pernah ngebantah saat kamu ingin aku berubah seperti apa ? aku pasti akan berusaha untuk itu karna aku sadar itu untuk kebaikan kita. Tapi kenapa kamu selalu ngerasa kurang ? aku bukanlah orang yang sempurna untuk menjadi apa yang kamu inginkan. Aku adalah aku. Dan aku nyaman jadi diri aku.

Apa kamu pernah nannya mau aku apa ? Apa kamu mau tau mau aku apa ? Aku cuma ingin bebas tanpa ada tututan kamu. Kalau ada saatnya untuk aku menjadi apa yang kamu mau, pasti disaat itu aku sudah jadi pa yang kamu mau. Sabarlah. Semua itu butuh proses.

Setelah kejadian perih itu kamu masih saja minta kesempatan yang sebenernya kesempatan itu kamu sia-siain begitu saja. Aku gak menutup kesempatan itu datang lagi untuk kamu, tapi janganlah kamu anggap remeh rasa perih ini, rasa yang membuat diri ini tersiksa.

Semoga saat kamu membaca ini kamu mengerti apa yang aku rasakan. Cinta bukanlah kenyamanan untuk salah seorang dari pasangan itu tapi cinta harus membuat nyaman kedua-duanya bukan tiga atau empat bahkan lebih.

Oh iya, semangat ya buat menempuh belajar di propinsi lain. Sukses untuk menggapai masa depan yang indah dan jangan lupa untuk menggapai semua impianmu. Aku disini masih setia mendoakan kebahagiaan kamu.
Wassalamu’alaikum mas..

Dari aku yang pernah menjadi sesuatu dikehidupanmu.

Jumat, 21 Juni 2013

Cinta Dalam Diam



            Cinta dalam diam ? menyakitkan memang. Tapi, banyak orang yang melakukan itu, begitupun aku. Cinta dalam diam, ya cintanya secara diam-diam tanpa yang kita cinta itu tau. Mau sampai kapan ? pertanyaan yang kadang terungkap. Sampai yang menjalankan cinta dalam diam itu capek dan nekat untuk menyatakannya.
            Aku bertemu dengan sesosok laki-laki yang menurutku cukup ganteng dan menarik perhatianku. Aku bertemu dengannya saat aku sedang menunggu bus di halte. Dia duduk tepat disamping kananku, aroma tubuhnya membuat jantungku tiba-tiba berdegup kencang. Aneh memang. Dia memakai seragam sama seperti aku “putih abu-abu”.
            Ada rasa semangat untuk bangun pagi dan berangkat lebih pagi dari biasanya. Aku pun sering menunggu bus di halte tersebut dengan sabarnya menanti bus yang ingin ku naiki. Sejujurnya aku orangnya gak sabaran loh. Aku gak betah untuk duduk lama-lama dihalte. Terkadang aku berjalan sampai menemukan bus, bahkan terkadang aku samperin ke tempat pangkalannya. Tapi, semenjak melihat sesosok lelaki itu aku jadi betah untuk duduk berdiam diri lama-lama demi bertemu pujaan hatiku itu.
            Usahaku gak sia-sia. Aku sering bertemu dengannya dihalte tersebut dan sering kali kita duduk bersebelahan. Tapi, terkadang aku juga gak ketemu dengannya. Karena aku takut telat masuk sekolah jadi terpaksa aku naik duluan sebelum ketemu dia. Nyesek sih. Tapi yasudahlah ya.
***
            .Ingin rasanya tau nama dia itu siapa ? sekolah dimana ? rumahnya dimana ? nama fbnya apa ? nama twitternya apa ? bahkan no telponya berapa ? Tapi, aku takut untuk mengungkapkan itu semua kepadanya.
            Ingin rasanya lebih dekat. Menjadi teman lah gitu?. Tapi, melihat wajahnya saja cukup untukku.
            Aku menceritakan ini kepada sahabatku. Dia pun penasaran sama orang itu. Aku aja kalau ketemu cuma pagi itu juga kalau beruntung, gimana mau nunjukin ke dia gimana orang itu, secara aku dan sahabat ku aja rumahnya jauh.
***
            Suatu hari, aku dan temanku jaan di suatu tempat. Kita memang sering jalan ketempat itu kalau lagi bete atau hanya sekedar untuk refreshing.
            Kita lagi jalan dan ketawa-ketiwi mendengarkan cerita sahabatku itu. Tiba-tiba, ada yang memanggil sahabatku. Kita nengok secara bersamaan. Dan ternyata yang memangil itu adalah sesosok lelaki yang menjadi pujaan hatiku saat ini.
            Nama sesosok lelaki yang menjadi pujaan hatiku itu adalah “Rafa” . Aku dikenalin sama sahabatku itu. Rafa itu ternyata temen SMPnya sahabatku dan ternyata juga Rafa adalah MANTANnya. Cukup mengagetkan memang. Mereka putus karena beda agama, sahabatku nonmuslim dan Rafa muslim.
            Kita jalan bertiga. Mereka masih cukup dekat dan mereka bercanda bareng dan aku kayak obat nyamuk buat mereka. Mereka udah lama gak ketemu dan akhirnya dipertemukan kembali. Mereka bergandengan tangan didepanku. Kalian tau gimana rasanya ? SAKIT ! SA to the KIT !!!!
            Kita pun berpisah. Aku dan sahabatku pulang ke rumah sahabatku. Disana dia cerita semuanya. Ternyata selama ini yang diceritain dia kalau dia gak bisa move on dari mantannya itu dan masih sayang sama mantannya itu adalah RAFA.
            Aku gak ngasih tau kalau selama ini sesosok lelaki yang menjadi pujaan hatiku selama ini adalah Rafa. Aku gak kuat liat gimana expresi sahabatku itu. Pasti dia kaget, sedih, galau, gundah, bimbang, dan lain lain.
            Aku gak tau lagi harus gimana. Mau dibawa kemana perasaan ini yang terus mengalir kayak air di sungai.
            Sahabatku nanya sama aku, gimana perkembangan sama sesosok lelaki itu ?. Aku bingung harus menjawab apa, akhirnya aku bilang ya gitu biasa-biasa aja dan masih secara diam-diam. Didalam hatiku aku menjawab, SESOSOK LELAKI ITU ADALAH RAFA, RAFAAAAAAAAAAA.
            Aku izin pulang. Yang tadinya niat buat nginem gak jadi karna ini. Aku gak kuat nahan air mata yang rasanya ingi cepat-cepat keluar.
***
            Sampai dirumah akupun nangis dengan sederas-derasnya.
            Tuhan… kenapa sesosok orang yang ku kagumi itu adalah Rafa ? dan kenapa Rafa itu adalah mantannya sahabatku ? dan kenapa aku juga dipertemukan sama Rafa ? untuk apa ?
            Aku sadar cinta itu tumbuh dengan sendirinya tanpa ada yang menyuruh. Cinta juga datang kepada suapa aja tanpa ada yang meinginkannya.
***
            Aku kesiangan bangun karna semalaman aku sibuk menangisinya. Seperti biasa aku menunggu bis di halte kesayanganku itu. Aku kaget pas ngeliat kalau Rafa sudah lebih dahulu disana. Akupun mengurungkan diri untuk menunggu bis di halte itu. Karena udah hampir waktunya bel masuk sekolah bredering, akhirnya aku naik ojek untuk berangkat kesekolah. Aku rela merogok kocek untuk tidak ketemu Rafa lagi. Aku takut kalau sampai perasaanku terus bertabah sama dia.
            Sesampai disekolah. Sahabatku nanya sama aku kenapa mataku itu sembab. Aku cuma bilang kalau aku lagi ada masalah internal aja sama keluargaku. Bohong!.
            Sahabatku penasaran sama cowok yang kukagumi itu. Akhirnya dia nekat bua nginep dirumahku biar besok bisa berangkat bareng sama aku dan nemuin pangeranku itu. Aku udah usaha untuk dia mengurungkan niatnya itu, tapi tetep saja dia bersikeras buat nemuin pengeranku itu.Ya aku cuma pasrah. Dia memang keras kepala, apa aja yang di apengenin harus terwujud.
***
            Aku pun berangat bareng dengan sahabatku itu. didalam hati aku terus berdoa bia gak ketemu dengan Rafa. Sesampai disana Rafa gak ada. Huh syukurlah.
“udah yuk berangkat aja, takut telat” ajak ku
“gak ah, sia-sia gue dateng kesini kalo gak ketemu pangeran lo itu” jawabnya
“dia udah berangkat kali, mungkin ada tugasbjadi buru-buru deh” kaya aku
“ah sok tau lo kayak dukun” jawab dia
            Aku cuma bisa diem dan terus berdoa agak Rafa gak dateng. Tiba-tiba ada yang manggil.
“RINNN, TIKKK” kita langsung nengok dan ternyata itu Rafa. Mimik muka ku langsung berubah.
“Rin, tumben kok nunggu mobil disini. Bukannya rumah kamu jauh dari sini ?” Tanya Rafa sama sahabatku.
“oh, aku cuma lagi nunggu seseorang aja disini. Lagi ada misi rahasia hehe” jawab sahabatku.
“udah mau bel nih, lo mau ngikut gue gak ? gue mau berangkat” ajakku
“iya tunggu, daaah Rafaaaaaa” jawab Sahabatku
            Dari kejauhan, nampak Rafa melambaikan tangan kepada sahabatku itu. lambaian tangan itu buat sahabatku bukan buat aku.
***
            Pulang sekolah, aku diajak kermah sahabatku dulu.
“Tik, kok muka lo pas kita ketemu Rafa tadi pucet sih ?” Tanya sahabatku.
“ah enggak ah biasa aja, mungkin karna takut telat kali ya. Maklum hari ini kan gueu piketnya danger haha” aku mencoba tertawa dan beracting.
“gak usah bohong ! ketauan dari mata lo. Gue udah kenal sama lo dari lama. Gue udah tau lo itu kayak gimana. Udah cepet cerita sama gue sini.” Kata sahabatku itu
            Karna aku gak bisa ngumpetin sesuatu dari sahabatku itu, akhirnya aku ceritakan semuanya.        
            Sahabatku itu pun kaget mendengar semua ceritaku. Kalau Rafalah yang selama ini jadi pangeran yang aku impi-impikan.
            “gue rela kok Rafa buat lo Tik. Lo sama Rafa tuh kalo diliat-liat cocok juga ya. Kalian satu iman beda sama gue. Gue akan comblangin lo berdua.” Sambil meluncurkan air mata, Rini mengungkapkan niatnya itu.
            “gak Rin, gue tau lo sama Rafa itu masih saling menyayangi. Keliatan tuh dari mata lo berdua. Kenapa kalian gak balikan aja ? gue rela kok. Lagian gue sama Rafa tuh cuma kagum aja kok gak ada lebih.” Jawabku sambil meluncurkan air mata
            “lo serius tik?” jawab Rini
            “iya rin” jawab aku sambil tersenyum.
            Aku tau sahabatku itu kalau ada apa-apa yang bisa membuat pikiranya ancur akan langsung jatuh sakit. Makanya aku merelakan perasaanku itu demi sahabat tersayangku ini.
***
            Akhirnya Rini dan Rafa pun kembali mengulang kisah lama yang belum kelar.

Ketika Cinta Tak Terbalaskan


            Ketika cinta tak terbalaskan pasti rasanya seperti naik balon udara terus udah terbang tinggi banget eh ternyata ada yang nembak balonnya sampai balon itu pecah.
            Aku yang sekarang menginjak bangku sekolah di sebuah SMA Negeri di Jakarta sedang merasakan jatuh cinta. Aku terkena yang namanya “virus jambu merah” alias jatuh cinta. Hatiku berbunga-bunga seperti kebun bunga yang lagi panen bunga.
            Sejujurnya aku ini lagi patah hati dari kekasihku yang lalu. Kita putus sudah 5 bulan yang lalu tapi aku tetap saja tidak dapat melupakannya atau menggantikannya dengan orang lain.
            Tiba-tiba ada sesosok anak baru disekolahku yang menarik perhatianku. Dia membangkitkan semangatku untuk move on. Kita sempat mengobrol saat hari pertama dia masuk sekolah. Dia nanya padaku tentang sekolah ini. ya dari situlah aku mulai menyukainya.
            Jantungku berdegup kencang saat kita berpapasan dan saling senyum, setelah itu ada saja seutas senyum dibibirku, entah itu perasaan senang bertemu dengannya plus dapet senyumannya atau lain sebagainya. Pokoknya aku merasa bahagia setelah mengalami kejadian itu. jatuh cinta itu memang terasa indah bukan ?
            Waktu itu aku disuruh oleh guru seni budayaku untuk nari daerah dan dipasangkan olehnya. Disitu rasanya aku sangat sangat bahagia. Kita hampir tiap hari latihan bareng untuk menunjukan perform yang bagus. Saat-saat itu tak akan aku lupakan. Setelah perform selesai, kita kembali seperti dahulu yang saling cuek-cuekan. Gak ada lagi ngobrol bareng, gak ada lagi ketawa bareng, yang ada sekarang hanyalah kenangan. Ya mungkin moment itu hanya akan menjadi kenangan untukku. Kita hanya saling menyapa saat bertemu dan ditambahkan dengan balas senyum. Ingin rasanya mengenalmu jauh tentang dirinya.
            Dia hitam manis dan berkacamata itu terkenal cerdas dikelasnya. Dia pernah memenangkan lomba debat bahasa inggris antar SMA. Ayahnya adalah seorang pengacara dan ibunya adalah seorang dokter. Dia adalah anak satu-satunya. Aku mengetahui semuanya dari teman dekatnya dikelas yang kebetulan teman sekelasnya itu adalah temanku juga.
            Memandanginya dari kejauhan membuat aku ingin berada disampingnya dan memandanginya lebih dekat, tidak kayak sekarang ini. hanya memandang dari jauhlah yang dapat aku lakukan. Andai dia tau kalau aku memandanginya tiap dia lagi makan di kantin ataupun lagi pulang sekolah.
            Namun aku sadar, perasaan itu hanya aku sendirian yang merasakannya. Jujur, aku mencintainya, aku mengaguminya secara diam-diam. Tanpa dia sadari bahwa aku mempunyai perasaan padanya.
            Setiap moment-moment indah bersamanya, yang sengaja maupun tak sengaja, selalu aku simpan rapat-rapat dimemoriku ini. Saat kita dipasangkan untuk menari daerah di suatu acara disekolah bahkan saat kita saling balas senyum. Selalu ku rekam manis di memoriku.
            Sering kali aku nge’like status di facebooknya atau upload’an foto di facebooknya bahkan terkadang aku coment. Akupun juga suka nge’RT tweet-tweet bijaknya di twitter. Aku ngelakuin itu semua agar dia peka akan kehadiranku disini atau hanya sedetik saja terpikir dibenaknya tentangku. Aku disini, selalu disini untuk menunggunya datang kepadakku.
            Tapi, apalah arti semua ini. semua ini yang kulakui selama bertahun-tahun untuk membuatnya peka akan kehadiranku. Sekarang aku telah mencintainya secara diam-diam sudah 2 tahun. Semuanya harus berakhir.
            Perasaan ini harus berakhir. Entah ini akhiran yang bahagia atau sedih. Aku bahagia karna pada akhirnya waktu yang menjawab semuanya. Waktu yang memutuskan aku untuk berhenti mencintaimu. Seorang yang selama ini aku kagumi aku cintai sepenuh hati, sekarang sudah menemukan belahan jiwanya. Mungkin, karna itulah yang membuatku sedih. Tapi, aku harus bahagia akan pilihannya untuk bersama orang lain, mungkin orang lain itulah yang akan membuatnya bahagia. Tuhan memutuskan orang lain itu menjadi belahan jiwanya, karna orang lain itu bisa membahagiakannya dibandingkan denganku.
            Aku juga bahagia karna akhirnya aku terbebas dari semua ini. aku bisa lega dan tidak terkekang lagi akan perasaan yang diam-diam ini. Perasaan yang membuat hari-hariku kacau. Yang tiap hari kerjaannya mikirin dia terus. Bahkan aku kurang tidur karna ada dia diotakku.
            Perasaan ini harus ku buang jauh-jauh. Sedikit kecewa, ya itu aku rasakan sekarang. Perasaan kecewa itu sempat merasuk didalam diriku. Kenapa bukan aku yang menjadi pilihanmu ? kenapa harus dia ? pertanyaan itu sempat masuk di otakku, ingin rasanya aku sampaikan pertanyaan itu kepadanya plus kekecewaanku. Tetapi gak seharusnya aku merasa kecewa, karna kau bukan siapa-siapanya, bukan wanita yang pernah masuk dikehidupannya, bukan wanita yang pernah masuk dipikirannya, bahkan aku bukanlah wanita yang pernah masuk dikehidupannya. Tapi, aku merasa bahagia karna dia telah menemukan wanita yang membuat hidupnya nyaman dan lebih berwarna meskipun wanita itu bukan diriku.
            Semua ini ada hikmahnya juga loh. Perasaan kagum dan cintaku kepadanya membuat dampak positif dikehidupanku.
            Aku jadi sering ngerawat diri. Dari masker muka, luluran, bahkan rambut di maskerin juga. Yang dulunya aku cuek akan penampilan, sekarang lebih mentingin penampilan. Dulu yang tomboynya setengah mati sekarang jadi feminim gini. Ya sekarang bisa diliatlah perubahannya gimana.
            Aku juga jadi orang yang puitis. Yang dulu itu males banget yang namanya masuk didunia tulis menulis sekarang jadi seneng banget nulis. Jadi suka bikin puisi, bikin cerpen. Tiap hari aku begadang buat ngungapin perasaanku kedia lewat tulisan. Seiap kejadian yang aku dan dia pernah alamin, jadi bahan tulisanku. Tulisanku sering kali aku muat di situs pribadiku atau blogku. Ternyata, jatuh cinta itu membuahkan inspirasi bagiku. Jatuh cinta juga memuat hobiku menambah yaitu menulis. Jatuh cinta membuat aku lebih berkarya. Aku bisa ngambil semua hikmah dibalik jatuh cintaku ini, meskipun citaku tak terbalaskan.
            Namun, aku bahagia. Semua ini adalah scenario dari tuhan. Tuhanlah sutradara dari semuanya, dan Tuhan yang tau yang mana yang baik dan mana yag buruk untuk umatnya. Tuhan itu punya rencana yang indah untuk umatnya. Mungkin sekarang ini aku sedang terpuruk, mungkin dilain waktu aku akan menemukan sesuatu yang indah. Jatuh cinta itu memang indah, namun belum tentu indah pada ujungnya. Aku tau ini bukanla sinetron-sinetron yang ditv-tv ataupun drama korea. Ini juga bukan cerita dongeng seperti Cinderella. Aku tau ini adalah sebuah kehidupan nyata dan akupun berharap aku bisa move on dan itupun harus.
            Jatuh cinta itu gak pernah diduga bagaimana datangnya, kapan datangnya, kepada siapa datangnya. Begitupun cinta yang sudah memekar, tak selamanya cinta itu indah, ada juga cinta yang tak terungkap bahkan tak terbalas yang rasanya itu seperti dunia yang gak berputar dan stuck disitu-situ aja. Jatuh cinta itu bisa membuat kita lupa pada hal-hal yang penting untuk diperhatikan. Jatuh cinta itu juga bisa membuat kita menutup diri kepada orang lain yang lebih baik dibandingkan orang yang kita cintai itu. Tidak selamanya patah hati itu harus bersedih. Berjuanglah untuk yang lebih baik.

LDR part 1


            “Bintang itu indah ya” kata Suci kepada Rudi via Telpon.
            “iya, seandainya kita dapat menikmati keindahan bintang ini ditempat yang sama.” Rudi menjawab diujung sana.
            Mereka adalah pasangan yang dibedakan oleh jarak yang sering disebut dengan LDR (Long Distance Relationship). Rudi di Palembang dan Suci di Jakarta. Jarak yang cukup jauh dan berbeda pulau.
            Mereka terpisah karna urusan pendidikan. Mereka dulu bersekolah disatu SMA yang sama di daerah Jakarta. Rudi dan Suci sama-sama ikut seleksi masuk Universitas Negeri yang sama. Mereka berdua sama-sama diterima tetapi penempatannya yang berbeda.
            Saat mereka berdua tahu kalau mereka ditempatkan bukan ditempat yang sama bahkan berbeda pulau, mereka sangat sedih. Bahkan Suci sempat meneteskan air mata saat membaca berita tersebut. Tetapi Rudi tetap memberikan pengertian kepada Suci, hingga akhirnya Suci bisa menerima semuanya.
            Mereka melewati waktu yang tersisa bersama-sama. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu yang tersisa sebelum keberangkatan Rudi ke Palembang.
            Akhirnya waktu yang mereka tidak inginkan pun tiba. Suci mengantarkan Reno ke Bandara. Suara pemberitahuan pesawat akan segera terbang membuat air mata Suci mengalir, Reno membisikan sesuatu kepada Suci “Kita memang terpisah jarak, Kita memang tidak bisa bersama-sama lagi. Tapi, hati kita akan selalu dekat. Kita harus percaya pada pasangan kita. Aku akan percaya kamu dan kamu harus percaya sama aku. Aku akan kembali untukmu, tunggu aku. I love you” Rudi pun mencium kening Suci.
            Sudah malam minggu ke12 mereka lewati hanya via telpon. Seperti malam ini yang mereka lewati dengan bercakap-cakap lewat telpon. Mereka selalu menceritaan semua pengalaman tentang seminggu itu. Hanya malam minggu saja mereka bisa puas telpon-telponan kara dihari biasa mereka disibukan dengan kuiah mereka.
            “Kapan kamu akan kesini ?” Tanya Suci.
            “Aku gak tau” jawab Rudi
            Jawaban Rudi membuat Suci sedih. “kamu sayang aku kan ? kalau kamu sayang aku, pulanglah, temui aku sebentar saja. Aku sudah sangat rindu padamu”
            Kata rindu Suci membuat Rudi ingin langsung terbang ke Jakarta dan langsung menemui Suci. Tapi, itu tidakah mingkin. Ia harus menyelesaikan dulu kuliahnya. “Tunggu aku, aku akan menemuimu secepatnya. Akan ku usahakan itu”
***
            Sudah sekitar 6 bulan mereka terpisa oleh jarak, 6 bulan itu lah mereka tidak bertemu. Sungguh tak bisa dibayangkan betapa rindunya mereka.
            Hari-hari yang diewati Suci dan Rudi pun begitu flat, serasa ada yang hilang dari diri mereka.
            Sekarang-sekarang ini Rudi jarang memberikan kabar kepada Suci. Suci pun merasa ada yang berbeda dari pacarnya itu. Entah berapa kali Suci menelfon, SMS, bahkan BBM pun tak dibalas atau direspon. Suci mulai membayangkan yang tidak-tidak.
            Sesekali Suci meminta penjelasan mengapa dia tidak merespon telfon, sms, bahkan bbm yang diayangkan kepadaya. Dia hanya menjawab “aku sedang sibuk”. Sering kali mereka bertengkar karena masalah itu.
            Apa salah aku mempertanyakan keberaaanmu disana ? Apa salah aku mencurigaimu saat kau tidak member kabar sama sekali kepadaku ? Apa salah aku telfonin kamu ? Apa salah aku smsin kamu ? Apa salah aku bbmin kamu ?! Kamu dan aku sudah terpisah oleh jarak, apa kau masih ingin memisahkan lagi dengan komunikasi ? Aku menunggumu disini dan aku akan selalu disini. Itulah yang terlintas dipikiran Suci saat ini.
            Suci pun mempunyai ide untuk menyusul Rudi ke Palembang. Karena besok adalah anniversary mereka yang ke 2 tahun. Mereka memang sudah pacaran sejak SMA.
            Suci pun sudah meminta izin kepada orang tuanya untuk kesana dan diizinkan oleh orang tuanya.
            Suci pun berangkat ke Palembang tanpa sepengetahuan Rudi. Karna Suci ingin memberikan kejutan di anniversary mereka.
            Akhirnya Suci pun tiba di Palembang. Dengan bekal alamat kostan Rudi yang diberitahu oleh Rudi waktu itu, ia pun segera menuju ke alamat tersebut.
            Sesampainya disana. Suci melihat Rudi sedang bermesraan di depan kostan. Sontak Suci langsung kaget meihat semua itu. Sia-sia dia datang jauh-jauh dan hanya mendapatkan sebuah kejutan yang membuat hatinya hancur.
            Rudi sontak melihat kedepan gerbang kostannya karna bunyi tas jatuh milik Suci. Rudi melihat sosok cewek yang diwajahnya ada air mata yang tertumpah. Rudi kaget kalau itu ternyata Suci. Ia tak menyangka kalau Suci akan berani main ke tempat kostannya.
            Sucipun segera pergi dari tempat itu dan dikejar oleh Rudi.
“SUCI !!!!!!!” teriak Rudi
Sucipun menghiraukan panggian itu dan tetap berlari mejauh.
Rudipun dapat menarik tangan Suci.
Disitu Suci merasa tidak nyangka, seperti mimpi dan lain sebagainya.
“maafkan aku” kata rudi
“sudahlah” suci menjawab sambil berusaha melepas tangannya dari genggaman rudi
“aku minta maaf” hanya itu yang dapat rudi katakana.
“simpan saja kata maafmu itu. Aku taka pa kok”
“kamu bohong”
“tuhan memang baik. Dia mengizinkan ku untuk kesini dan menunjukanku sebuah kenyataan. Pahit memang.”
“kenapa kau kesini tidak bilang padaku”
“sejujurnya aku kesini ingin merayakan anniversary kita ke 2 tahun. Mungkin ini adalah tanggal kita bisa bersama dan tanggal kita untuk berpisah. Sudahlah aku lelah aku ingin pulang saja. Tak ada artinya aku disini. Maafkan aku.”
Rudipun membiarkan Suci untuk pergi. Mungkin memang itu yag terbaik untuk mereka.
            Rudipun kembali ke kostannya dan bertemu dengan kekasih barunya. Entah mengapa Rudi memutuskan hubungannya dengan kekasihnya saat itu juga.
            Suci tak habis pikir megapa rudi bisa tega seperti itu ? mana janji yang dia buat dulu, janji yang akan selalu setia,  janji yang akan pulang menemuiku. Katanya cinta mati pada ku ? katanya akan selalu cinta. Tapi kok malah menduakanku dengan cewek lain ?
            Disana uci tidak tau harus kemana. Tak ada sanak saudara yang tinggal disana. Dia hanya kenal Rudi yang kini sudah mengecewakannya. Entah mengapa kakinya menuju disuatu tempat yaitu jurang. Entah apa yang dipikirkan suci sampai-sampai dia ke tempat itu. Suci ingin menjatuhkan tubunya kejurang itu. Tapi dia tersadar aan lamunannya itu. Dia sadar kalau banyak orang yang sangat menyayaginya.
            Sucipun memutuskan untuk pulang kejakarta kembali. Diperjalanan menuju Jakarta, pesawat yang ia tumpangi ada masalah. Dannnnn pesawatnya pun jatuh dan tidak ada 1 orang pun hidup termasuk suci didalamya.
***
            Sedari tadi perasaan Rudi gak enak. Dia terus saja memikirkan Suci. Dia takut Suci kenapa-kenapa dijalan. Disini Suci hanya mengenalnya saja. Dia takut kalau Suci sampai nekat bunuh diri karna kejadian tadi.
            Tiba-tiba HP rudi berbunyi dan membuyarkan lamunannya. Ternyata keluarga Suci yang menghubungi Rudi. Mereka memberikan kabar duka, kala suci telah tiada. Rudi yang mendengar kabar itu. Langsung menuju Jakarta
             Ia sangat menyesal atas kelakuannya itu. Ia terus saja meminta maaf kepada Suci dengan air mata.