Rabu, 17 April 2013

Maafkan aku



            Setelah putus dengan pacarku yang lalu sebut saja namanya “Radit”. Aku belum bisa move on darinya. Aku selalu saja berharap untuk kembali padanya. Banyak kenangan yang tak dapat dilupakan begitu saja. Kenangan yang kalau dikenangan bisa membuat tersenyum sendiri tetapi bisa membuat air mata menetes.
             Radit sepertinya sama sepertiku belum dapat move on. Aku dan dia masih sering smsan,masih sering makai kata sayang. Tapi status kita masih MANTAN belum ada kata baikan yang terucap dari dia ataupun aku. Tapi aku selalu berharap dia memintaku untuk kembali lagi dengan dia.
            Aku selalu nunggu dia mengucapkan kata-kata itu. Yang ada dipikiranku dia akan mengucapkan kata-kata itu pada tanggal-tanggal bermakna bagi kita. Seperti tanggal kita jadian atau tanggal kita putus. Aku selalu menunggu tanggal-tanggal itu, tapi sampai tanggal-tanggal itu muncul diapun tidak memintaku untuk kembali.
            Sering aku menyindir-nyindir dia lewat status FB atau twitter bahkan sampai statphone. Tapi tetep saja dia tidak peka-peka !!!
            Dia selalu sms dengan kata-kata sweet. Dia juga kadang-kadang sms kayak mencari perhatianku, aku yang gak tega untuk cuekin dia pun akhirnya aku ngeladenin dia dan perhatiin dia.
            Sempat suatu saat dia sms “Pengen balikan lagi sama kamu, tapi kamu belum berubah  baca sms itu aku senyum-senyum sendiri, akupun membalasnya “Emang aku power renjers apa yang bisa berubah, diapun membalas “Iya aku tau yangg” baca balasan itu hatiku ser-seran senyum senyum sendiri, akupun langsung membalasnya “Kalo udah tau kenapa pengen aku berubah ?” diapun membalas “Karna aku masih sayang dan cinta sama kamu, perasaan ini belum pernah berubah sedikitpun” entah mengapa saat aku membaca sms itu, seketika hatiku pun degdegan gak karuan.
            Harapanku pun sepertinya tidak akan bertepuk sebelah tangan, diapun masih sayang sama aku. Akan tetapi kenapa dia belum juga memintaku untuk balik dengannya ?. Menunggu cuma itu yang dapat aku lakuin, menunggu memang bosan tapi untuk menunggumu aku gak akan pernah bosan dan akan selalu setia berdiri disini sampai saatnya kau pun tiba.
            Beberapa hari kemudian aku melihat dia mention-mentionan dengan mantannya dulu, aku curiga aku takut kalau dia akan balikan dengan mantannya itu. Akupun selalu ikutin mention-mentionannya. Aku juga selalu ngestalk TL dia dan mantannya itu. Tapi aku lega ternyata mantannya itu sudah punya pacar dan mereka hanya adik kakakan.
            Aku dan dia agak mulai jauh, entah apa yang membuat kita jauh. Aku ngerasa sangat kehilangan dia. Beberapa hari kemudian dia berganti status diFB “Berpacaran” dan itu langsung muncul diberandaku. Sakit banget saat liat itu, rasanya selama ini harapan yang dia kasih ke aku cuma harapan palsu saja. Aku pun merasa bodoh bisa saja diberi harapan palsu dengannya.
            Tapi aku tetap belum bisa nerima kalau dia sudah punya pacar lagi. Sakit hati ini saat mengetahui semuanya. Entah apa maksud dia begitu denganku, apa dia cuma mau mainin perasaanku saja ? atau apalah itu.
                                                        *________________________*

            Banyak cowok yang datang mendekatiku tapi tetep saja aku gak bisa lupa sama dia bahkan gak ada yang mampu menggantikannya di hatiku.
            Ada salah satu cowok ya aku bilang okelahya, namanya “Dika” dia ini temen SMP aku. Entah  kenapa dia dateng kekehidupan aku, padahal dulu waktu SMP kita gak pernah deket sebatas tahu nama dan muka doang.
            Dia mention aku “Sar, cek DM dong” langsung saja aku cek DM eh ternyata dia minta nomer telpon aku, ya aku kasih saja nomer telpon aku. Setelah itu dia sms aku, dan kita sering smsan bahkan setiap hari gak ada absennya.
            Kita sering jalan bareng, entah ke mall atau sekedar sharing masalah sekolah masing-masing. Dia selalu kasih aku perhatian lebih, begitu juga aku. Jujur aku nyaman dengan dia, tapi tetap saja aku tak dapat melupakan Radit. Dika selalu saja bilang sama aku “Masa lalu jangan selalu dikenang, buat saja masa lalumu itu sebagai pelajaran dikehidupan kamu dimasa depan”. Aku sempat kaget saat Dika ngomong gitu sama aku, apa dia tau kalau aku belum bisa move on dari Radit ?.
            Dika selalu buat aku tertawa disaat aku sedih, dia juga selalu ada saat aku butuh. Dia juga selalu ngajarin aku pelajaran yang aku gak ngerti, aku dan dia sama-sama ngambil jurusan akuntansi. Aneh memang, cowok jaman sekarang kan jarang banget berminat masuk SMEA. Dia juga terkenal anak yang pinter, aku tahu saat SMP dia dapet peringkat 2 dan aku peringkat 3 berarti dia lebih pinter dari aku dong ?.
            Udah 2 bulan aku dekat dengan dika tapi tetep saja aku belum bisa menggantikan Radit dengan Dika di hati ini. Padahal aku ngerasa dari sekian cowok yang mendekat, Dika lah yang dapat membuat hari-hariku berwarna lagi setelah putus dengan Radit.
            Aku masih aja berbayang-bayang kenangan bersama Radit saat jalan dengan Dika. Sering kali aku melewati jalanan yang sering aku lalui bersama Radit dan aku juga sering dateng ketempat yang sering aku datengin bersama Radit saat kita ngedate tapi sekarang aku bersama Dika bukan Radit. Entah kenapa Dika selalu mengajakku untuk ketempat ini, apa dia tau kalau ini tempat aku dengan Radit sering berdua ? apa Dika ingin berusaha untuk membuatku lupa dengan kenangan bersama Radit ? kamu salah Dik, kamu gak segampang itu membuat aku lupa dengan Radit.
            Sampai saat ini aku dan dika hanya sebagai teman dekat saja, belum ada status diantara kita. Dia selalu memberi tanda-tanda kalau dia suka denganku tapi aku selalu saja cuek dengan itu, karna aku gak ada rasa dengan dia.
            Suatu hari Dika bicara denganku dengan muka serius dan menggenggam tanganku di bibir pantai “Sar, jujur aku suka sama kamu sejak SMP. Aku gak bisa menghilangkan rasa ini sampa saat ini. Meski aku tau kamu masih ada rasa sama Radit dan kamu belum bisa lupa dengan Radit aku tetap sayang sama kamu, sayang ini semakin bertambah saat kita mulai dekat seperti sekarang ini. Sar, maukah kau jadi kekasihku ?” jujur aku kaget saat dengar kata-kata Dika seperti itu, aku belum siap untuk itu, aku cuma bisa berkata “dik, kamu baik sangat baik, aku nyaman didekat kamu. Tapi maaf aku gak bisa lebih sama kamu, aku nyaman sama kamu cuma sebagai teman. Maafin aku selama ini udah ngasih haapan lebih sama kamu” keliatan dari muka Dika kalau dia kecewa dengan kata-kataku tadi. Dia cuma tersenyum dan melepas genggamannya dari tanganku dan menatap jauh kelaut.
            Aku ngerasa bersalah dengan Dika, tapi mau diapakan lagi aku gak bisa ngebohongin hati ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar