“Bintang itu indah ya”
kata Suci kepada Rudi via Telpon.
“iya, seandainya kita
dapat menikmati keindahan bintang ini ditempat yang sama.” Rudi menjawab
diujung sana.
Mereka adalah pasangan
yang dibedakan oleh jarak yang sering disebut dengan LDR (Long Distance
Relationship). Rudi di Palembang dan Suci di Jakarta. Jarak yang cukup jauh dan
berbeda pulau.
Mereka terpisah karna
urusan pendidikan. Mereka dulu bersekolah disatu SMA yang sama di daerah
Jakarta. Rudi dan Suci sama-sama ikut seleksi masuk Universitas Negeri yang
sama. Mereka berdua sama-sama diterima tetapi penempatannya yang berbeda.
Saat mereka berdua
tahu kalau mereka ditempatkan bukan ditempat yang sama bahkan berbeda pulau,
mereka sangat sedih. Bahkan Suci sempat meneteskan air mata saat membaca berita
tersebut. Tetapi Rudi tetap memberikan pengertian kepada Suci, hingga akhirnya
Suci bisa menerima semuanya.
Mereka melewati waktu
yang tersisa bersama-sama. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu yang tersisa
sebelum keberangkatan Rudi ke Palembang.
Akhirnya waktu yang
mereka tidak inginkan pun tiba. Suci mengantarkan Reno ke Bandara. Suara
pemberitahuan pesawat akan segera terbang membuat air mata Suci mengalir, Reno
membisikan sesuatu kepada Suci “Kita memang terpisah jarak, Kita memang tidak
bisa bersama-sama lagi. Tapi, hati kita akan selalu dekat. Kita harus percaya
pada pasangan kita. Aku akan percaya kamu dan kamu harus percaya sama aku. Aku
akan kembali untukmu, tunggu aku. I love you” Rudi pun mencium kening Suci.
Sudah malam minggu
ke12 mereka lewati hanya via telpon. Seperti malam ini yang mereka lewati
dengan bercakap-cakap lewat telpon. Mereka selalu menceritaan semua pengalaman
tentang seminggu itu. Hanya malam minggu saja mereka bisa puas telpon-telponan
kara dihari biasa mereka disibukan dengan kuiah mereka.
“Kapan kamu akan
kesini ?” Tanya Suci.
“Aku gak tau” jawab
Rudi
Jawaban Rudi membuat
Suci sedih. “kamu sayang aku kan ? kalau kamu sayang aku, pulanglah, temui aku
sebentar saja. Aku sudah sangat rindu padamu”
Kata rindu Suci
membuat Rudi ingin langsung terbang ke Jakarta dan langsung menemui Suci. Tapi,
itu tidakah mingkin. Ia harus menyelesaikan dulu kuliahnya. “Tunggu aku, aku
akan menemuimu secepatnya. Akan ku usahakan itu”
***
Sudah sekitar 6 bulan
mereka terpisa oleh jarak, 6 bulan itu lah mereka tidak bertemu. Sungguh tak
bisa dibayangkan betapa rindunya mereka.
Hari-hari yang diewati
Suci dan Rudi pun begitu flat, serasa ada yang hilang dari diri mereka.
Sekarang-sekarang ini
Rudi jarang memberikan kabar kepada Suci. Suci pun merasa ada yang berbeda dari
pacarnya itu. Entah berapa kali Suci menelfon, SMS, bahkan BBM pun tak dibalas
atau direspon. Suci mulai membayangkan yang tidak-tidak.
Sesekali Suci meminta
penjelasan mengapa dia tidak merespon telfon, sms, bahkan bbm yang diayangkan
kepadaya. Dia hanya menjawab “aku sedang sibuk”. Sering kali mereka bertengkar
karena masalah itu.
Apa salah aku
mempertanyakan keberaaanmu disana ? Apa salah aku mencurigaimu saat kau tidak
member kabar sama sekali kepadaku ? Apa salah aku telfonin kamu ? Apa salah aku
smsin kamu ? Apa salah aku bbmin kamu ?! Kamu dan aku sudah terpisah oleh
jarak, apa kau masih ingin memisahkan lagi dengan komunikasi ? Aku menunggumu
disini dan aku akan selalu disini. Itulah yang terlintas dipikiran Suci saat
ini.
Suci pun mempunyai ide
untuk menyusul Rudi ke Palembang. Karena besok adalah anniversary mereka yang
ke 2 tahun. Mereka memang sudah pacaran sejak SMA.
Suci pun sudah meminta
izin kepada orang tuanya untuk kesana dan diizinkan oleh orang tuanya.
Suci pun berangkat ke
Palembang tanpa sepengetahuan Rudi. Karna Suci ingin memberikan kejutan di
anniversary mereka.
Akhirnya Suci pun tiba
di Palembang. Dengan bekal alamat kostan Rudi yang diberitahu oleh Rudi waktu
itu, ia pun segera menuju ke alamat tersebut.
Sesampainya disana.
Suci melihat Rudi sedang bermesraan di depan kostan. Sontak Suci langsung kaget
meihat semua itu. Sia-sia dia datang jauh-jauh dan hanya mendapatkan sebuah
kejutan yang membuat hatinya hancur.
Rudi sontak melihat
kedepan gerbang kostannya karna bunyi tas jatuh milik Suci. Rudi melihat sosok
cewek yang diwajahnya ada air mata yang tertumpah. Rudi kaget kalau itu
ternyata Suci. Ia tak menyangka kalau Suci akan berani main ke tempat
kostannya.
Sucipun segera pergi
dari tempat itu dan dikejar oleh Rudi.
“SUCI !!!!!!!” teriak Rudi
Sucipun menghiraukan panggian itu dan tetap berlari mejauh.
Rudipun dapat menarik tangan Suci.
Disitu Suci merasa tidak nyangka, seperti mimpi dan lain sebagainya.
Rudipun dapat menarik tangan Suci.
Disitu Suci merasa tidak nyangka, seperti mimpi dan lain sebagainya.
“maafkan aku” kata rudi
“sudahlah” suci menjawab sambil berusaha melepas tangannya dari genggaman rudi
“aku minta maaf” hanya itu yang dapat rudi katakana.
“simpan saja kata maafmu itu. Aku taka pa kok”
“kamu bohong”
“tuhan memang baik. Dia mengizinkan ku untuk kesini dan menunjukanku sebuah kenyataan. Pahit memang.”
“kenapa kau kesini tidak bilang padaku”
“sejujurnya aku kesini ingin merayakan anniversary kita ke 2 tahun. Mungkin ini adalah tanggal kita bisa bersama dan tanggal kita untuk berpisah. Sudahlah aku lelah aku ingin pulang saja. Tak ada artinya aku disini. Maafkan aku.”
“sudahlah” suci menjawab sambil berusaha melepas tangannya dari genggaman rudi
“aku minta maaf” hanya itu yang dapat rudi katakana.
“simpan saja kata maafmu itu. Aku taka pa kok”
“kamu bohong”
“tuhan memang baik. Dia mengizinkan ku untuk kesini dan menunjukanku sebuah kenyataan. Pahit memang.”
“kenapa kau kesini tidak bilang padaku”
“sejujurnya aku kesini ingin merayakan anniversary kita ke 2 tahun. Mungkin ini adalah tanggal kita bisa bersama dan tanggal kita untuk berpisah. Sudahlah aku lelah aku ingin pulang saja. Tak ada artinya aku disini. Maafkan aku.”
Rudipun membiarkan Suci untuk pergi. Mungkin memang itu yag terbaik
untuk mereka.
Rudipun kembali ke
kostannya dan bertemu dengan kekasih barunya. Entah mengapa Rudi memutuskan
hubungannya dengan kekasihnya saat itu juga.
Suci tak habis pikir
megapa rudi bisa tega seperti itu ? mana janji yang dia buat dulu, janji yang
akan selalu setia, janji yang akan
pulang menemuiku. Katanya cinta mati pada ku ? katanya akan selalu cinta. Tapi
kok malah menduakanku dengan cewek lain ?
Disana uci tidak tau
harus kemana. Tak ada sanak saudara yang tinggal disana. Dia hanya kenal Rudi
yang kini sudah mengecewakannya. Entah mengapa kakinya menuju disuatu tempat
yaitu jurang. Entah apa yang dipikirkan suci sampai-sampai dia ke tempat itu.
Suci ingin menjatuhkan tubunya kejurang itu. Tapi dia tersadar aan lamunannya
itu. Dia sadar kalau banyak orang yang sangat menyayaginya.
Sucipun memutuskan
untuk pulang kejakarta kembali. Diperjalanan menuju Jakarta, pesawat yang ia
tumpangi ada masalah. Dannnnn pesawatnya pun jatuh dan tidak ada 1 orang pun
hidup termasuk suci didalamya.
***
Sedari tadi perasaan
Rudi gak enak. Dia terus saja memikirkan Suci. Dia takut Suci kenapa-kenapa
dijalan. Disini Suci hanya mengenalnya saja. Dia takut kalau Suci sampai nekat
bunuh diri karna kejadian tadi.
Tiba-tiba HP rudi
berbunyi dan membuyarkan lamunannya. Ternyata keluarga Suci yang menghubungi
Rudi. Mereka memberikan kabar duka, kala suci telah tiada. Rudi yang mendengar
kabar itu. Langsung menuju Jakarta
Ia sangat menyesal atas kelakuannya itu. Ia
terus saja meminta maaf kepada Suci dengan air mata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar