Jumat, 21 Juni 2013

Ketika Cinta Tak Terbalaskan


            Ketika cinta tak terbalaskan pasti rasanya seperti naik balon udara terus udah terbang tinggi banget eh ternyata ada yang nembak balonnya sampai balon itu pecah.
            Aku yang sekarang menginjak bangku sekolah di sebuah SMA Negeri di Jakarta sedang merasakan jatuh cinta. Aku terkena yang namanya “virus jambu merah” alias jatuh cinta. Hatiku berbunga-bunga seperti kebun bunga yang lagi panen bunga.
            Sejujurnya aku ini lagi patah hati dari kekasihku yang lalu. Kita putus sudah 5 bulan yang lalu tapi aku tetap saja tidak dapat melupakannya atau menggantikannya dengan orang lain.
            Tiba-tiba ada sesosok anak baru disekolahku yang menarik perhatianku. Dia membangkitkan semangatku untuk move on. Kita sempat mengobrol saat hari pertama dia masuk sekolah. Dia nanya padaku tentang sekolah ini. ya dari situlah aku mulai menyukainya.
            Jantungku berdegup kencang saat kita berpapasan dan saling senyum, setelah itu ada saja seutas senyum dibibirku, entah itu perasaan senang bertemu dengannya plus dapet senyumannya atau lain sebagainya. Pokoknya aku merasa bahagia setelah mengalami kejadian itu. jatuh cinta itu memang terasa indah bukan ?
            Waktu itu aku disuruh oleh guru seni budayaku untuk nari daerah dan dipasangkan olehnya. Disitu rasanya aku sangat sangat bahagia. Kita hampir tiap hari latihan bareng untuk menunjukan perform yang bagus. Saat-saat itu tak akan aku lupakan. Setelah perform selesai, kita kembali seperti dahulu yang saling cuek-cuekan. Gak ada lagi ngobrol bareng, gak ada lagi ketawa bareng, yang ada sekarang hanyalah kenangan. Ya mungkin moment itu hanya akan menjadi kenangan untukku. Kita hanya saling menyapa saat bertemu dan ditambahkan dengan balas senyum. Ingin rasanya mengenalmu jauh tentang dirinya.
            Dia hitam manis dan berkacamata itu terkenal cerdas dikelasnya. Dia pernah memenangkan lomba debat bahasa inggris antar SMA. Ayahnya adalah seorang pengacara dan ibunya adalah seorang dokter. Dia adalah anak satu-satunya. Aku mengetahui semuanya dari teman dekatnya dikelas yang kebetulan teman sekelasnya itu adalah temanku juga.
            Memandanginya dari kejauhan membuat aku ingin berada disampingnya dan memandanginya lebih dekat, tidak kayak sekarang ini. hanya memandang dari jauhlah yang dapat aku lakukan. Andai dia tau kalau aku memandanginya tiap dia lagi makan di kantin ataupun lagi pulang sekolah.
            Namun aku sadar, perasaan itu hanya aku sendirian yang merasakannya. Jujur, aku mencintainya, aku mengaguminya secara diam-diam. Tanpa dia sadari bahwa aku mempunyai perasaan padanya.
            Setiap moment-moment indah bersamanya, yang sengaja maupun tak sengaja, selalu aku simpan rapat-rapat dimemoriku ini. Saat kita dipasangkan untuk menari daerah di suatu acara disekolah bahkan saat kita saling balas senyum. Selalu ku rekam manis di memoriku.
            Sering kali aku nge’like status di facebooknya atau upload’an foto di facebooknya bahkan terkadang aku coment. Akupun juga suka nge’RT tweet-tweet bijaknya di twitter. Aku ngelakuin itu semua agar dia peka akan kehadiranku disini atau hanya sedetik saja terpikir dibenaknya tentangku. Aku disini, selalu disini untuk menunggunya datang kepadakku.
            Tapi, apalah arti semua ini. semua ini yang kulakui selama bertahun-tahun untuk membuatnya peka akan kehadiranku. Sekarang aku telah mencintainya secara diam-diam sudah 2 tahun. Semuanya harus berakhir.
            Perasaan ini harus berakhir. Entah ini akhiran yang bahagia atau sedih. Aku bahagia karna pada akhirnya waktu yang menjawab semuanya. Waktu yang memutuskan aku untuk berhenti mencintaimu. Seorang yang selama ini aku kagumi aku cintai sepenuh hati, sekarang sudah menemukan belahan jiwanya. Mungkin, karna itulah yang membuatku sedih. Tapi, aku harus bahagia akan pilihannya untuk bersama orang lain, mungkin orang lain itulah yang akan membuatnya bahagia. Tuhan memutuskan orang lain itu menjadi belahan jiwanya, karna orang lain itu bisa membahagiakannya dibandingkan denganku.
            Aku juga bahagia karna akhirnya aku terbebas dari semua ini. aku bisa lega dan tidak terkekang lagi akan perasaan yang diam-diam ini. Perasaan yang membuat hari-hariku kacau. Yang tiap hari kerjaannya mikirin dia terus. Bahkan aku kurang tidur karna ada dia diotakku.
            Perasaan ini harus ku buang jauh-jauh. Sedikit kecewa, ya itu aku rasakan sekarang. Perasaan kecewa itu sempat merasuk didalam diriku. Kenapa bukan aku yang menjadi pilihanmu ? kenapa harus dia ? pertanyaan itu sempat masuk di otakku, ingin rasanya aku sampaikan pertanyaan itu kepadanya plus kekecewaanku. Tetapi gak seharusnya aku merasa kecewa, karna kau bukan siapa-siapanya, bukan wanita yang pernah masuk dikehidupannya, bukan wanita yang pernah masuk dipikirannya, bahkan aku bukanlah wanita yang pernah masuk dikehidupannya. Tapi, aku merasa bahagia karna dia telah menemukan wanita yang membuat hidupnya nyaman dan lebih berwarna meskipun wanita itu bukan diriku.
            Semua ini ada hikmahnya juga loh. Perasaan kagum dan cintaku kepadanya membuat dampak positif dikehidupanku.
            Aku jadi sering ngerawat diri. Dari masker muka, luluran, bahkan rambut di maskerin juga. Yang dulunya aku cuek akan penampilan, sekarang lebih mentingin penampilan. Dulu yang tomboynya setengah mati sekarang jadi feminim gini. Ya sekarang bisa diliatlah perubahannya gimana.
            Aku juga jadi orang yang puitis. Yang dulu itu males banget yang namanya masuk didunia tulis menulis sekarang jadi seneng banget nulis. Jadi suka bikin puisi, bikin cerpen. Tiap hari aku begadang buat ngungapin perasaanku kedia lewat tulisan. Seiap kejadian yang aku dan dia pernah alamin, jadi bahan tulisanku. Tulisanku sering kali aku muat di situs pribadiku atau blogku. Ternyata, jatuh cinta itu membuahkan inspirasi bagiku. Jatuh cinta juga memuat hobiku menambah yaitu menulis. Jatuh cinta membuat aku lebih berkarya. Aku bisa ngambil semua hikmah dibalik jatuh cintaku ini, meskipun citaku tak terbalaskan.
            Namun, aku bahagia. Semua ini adalah scenario dari tuhan. Tuhanlah sutradara dari semuanya, dan Tuhan yang tau yang mana yang baik dan mana yag buruk untuk umatnya. Tuhan itu punya rencana yang indah untuk umatnya. Mungkin sekarang ini aku sedang terpuruk, mungkin dilain waktu aku akan menemukan sesuatu yang indah. Jatuh cinta itu memang indah, namun belum tentu indah pada ujungnya. Aku tau ini bukanla sinetron-sinetron yang ditv-tv ataupun drama korea. Ini juga bukan cerita dongeng seperti Cinderella. Aku tau ini adalah sebuah kehidupan nyata dan akupun berharap aku bisa move on dan itupun harus.
            Jatuh cinta itu gak pernah diduga bagaimana datangnya, kapan datangnya, kepada siapa datangnya. Begitupun cinta yang sudah memekar, tak selamanya cinta itu indah, ada juga cinta yang tak terungkap bahkan tak terbalas yang rasanya itu seperti dunia yang gak berputar dan stuck disitu-situ aja. Jatuh cinta itu bisa membuat kita lupa pada hal-hal yang penting untuk diperhatikan. Jatuh cinta itu juga bisa membuat kita menutup diri kepada orang lain yang lebih baik dibandingkan orang yang kita cintai itu. Tidak selamanya patah hati itu harus bersedih. Berjuanglah untuk yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar